Menurunkan panas bayi setelah imunisasi

Menurunkan panas bayi setelah imunisasi - Pemberian imunisasi atau vaksinasi menjadi cara yang tergolong ampuh dalam mencegah dan menjaga tubuh agar terbebas dari ancaman beberapa macam jenis penyakit pada bayi. Tentunya dengan pemberian imunisasi tersebut yang pada umumnya melalui suntikan bahkan dalam bentuk tetes bertujuan untuk dapat menyelamatkan bayi anda dari ancaman beberapa jenis penyakit berbahaya di kemudian hari karena dengan pemberian imunisasi tersebut tentunya daya tahan tubuh bayi terhadap penyakit menjadi lebih kuat.

Pada umumnya bagi bayi yang belum dapat menerima perubahan terhadap lingkungan tentunya akan menjadi lebih mudah terserang penyakit, maka melalui imunisasi inilah dapat mengurangi ancaman resiko penyakit. Imunisasi menjadi suatu hal yang wajib untuk dilakukan dimasa pertumbuhan bayi dimana pemberian imunisasi BCG ini tidak mengakibatkan cukup banyak perubahan setelah pemberian imunisasi melalui suntikan. Untuk jenis imunisasi Hepatitis B yang diberikan sebanyak 3 kali biasanya mengalami keluhan seperti nyeri dan juga demam yang ringan, walaupun untuk keluhan ini biasanya tidak semua bayi mengalami keluhan ini. Pemberian imunisasi untuk mencegah penyakit polio atau Imunisasi Polio juga jarang menimbulkan keluhan seperti demam. Adapun untuk jenis Imunisasi campak untuk mencegah terjangkitnya penyakit campak tidak akan memberikan efek samping terhadap beberapa bayi, adapun yang biasanya muncul setelah pemberian imunisasi campak ini biasanya bayi mengalami diare dan juga demam ringan.

Pada saat bayi menerima imunisasi DPT efek samping yang terjadi setelah pemberian imunisasi tersebut adalah berkurangnya nafsu makan, munculnya rasa nyeri pada area bekas suntikan, muntah dan juga muncul demam. Pada beberapa jenis imunisasi yang dapat memicu suhu tubuh menjadi panas ataupun demam setelah pemberian imunisasi ini harusnya tidak perlu anda khawatirkan karena hal tersebut bisa merupakan reaksi terhadap tubuh terhadap kekebalan yang ditambahkan.

Kita sebagai orang tua tentunya merasa risau terhadap perubahan suhu tersebut, karena dengan perubahan suhu tubuh yang menjadi panas ini biasanya bayi menjadi lebih rewel dan juga sulit untuk tidur. Untuk mengantisipasi terhadap perubahan suhu tubuh ini anda dapt melakukan beberapa cara untuk menurunkan panas bayi setelah imunisasi berikut ini.

Berikanlah ASI dengan intensitas yang sering, dengan memberikan ASi yang cukup dan lebih tentunya zat yang ada pada ASI tersebut mampu mengurangi bahkan menurunkan suhu tubuh bayi yang panas setelah imunisasi tersebut.

Cobalah untuk mendekap bayi anda, dengan memberikannya dekapan anda terhadap bayi dapat meningkatkan rasa antinyeri pada bayi dan ini berguna untuk mengurangi rasa sakit yang dirasakan oleh bayi anda.

Janganlah anda menggunakan selimut yang tebal bahkan membedong bayi yang suhu tubuhnya tinggi setelah imunisasi. Sebaiknya kenakanlah bayi anda tersebut dengan pakaian yang mudah menyerap keringat.

Bila diperlukan untuk menurunkan panas bayi setelah imunisasi kompres cukup dengan menggunakan air hangat. Hal ini dapat mengurangi resiko kejang akibat suhu tubuh yang tinggi, penggunaan air hangat untuk mengompres ini lebih baik dari pada anda mempergunakan air dingin untuk mengompres. 
Anda juga dapat mengompres bekas suntikan untuk mencegah pembengkakan dan menguangi rasa nyeri. Mengurangi rasa nyeri dan mencegah pembengkakan dengan memberikan kompresan ini sebaiknya anda juga menggunakan air hangat bukan air dingin.

Berikanlah pijatan ringan dan halus terhadap bayi anda agar bayi merasa nyaman ketika anda lakukan sentuhan halus tersebut.

Pergunakan alat ukur suhu tubuh seperti termometer untuk lebih mengetahui batas suhu tubuh anda saat itu apakah naik atau turun.

Biasanya panas pada bayi setelah imunisasi ini mengalami kenaikan suhu tubuh dengan kisaran antara 38 hingga 40 derajat celsius. Dan suhu tubuh ini akan kembali normal dalam jangka waktu dua hari, jika dalam dua hari suhu tubuh bayi anda tidak turun ataupun malah meninggi setelah pemberian imunisasi ini maka ada baiknya konsultasikan kepada dokter untuk mencegah terjadinya kejang dan hal lain yang tidak anda ketahui.
Baca SelengkapnyaMenurunkan panas bayi setelah imunisasi

Tips Mengatasi Demam Pada Bayi

Tips mengatasi demam pada bayi dengan perawatan yang tepat agar demam pada bayi tidak berkelanjutan, tips mengatasi demam pada bayi ini menjadi suatu hal yang perlu untuk anda ketahui dalam menangani bayi yang sedang demam dan bagaimana cara mengatasinya. Demam pada bayi bukanlah merupakan suatu penyakit seperti yang dikutip ayahbunda [dot]co[dot]id. Demam pada bayi terjadi karena sistem kekebalan tubuh bayi mengalami gangguan atau tidak aktif bekerja pada saat itu sehingga badan menjadi panas ataupun demam.

Disaat demam biasanya kebutuhan tubuh terhadap cairan menjadi semakin tinggi maka sebaiknya sebagai langkah awal dalam mengatasi demam pada bayi ialah dengan memberikannya minum yang cukup. Selain itu ada baiknya juga anda memperhatikan cara mengatasi demam pada bayi berikut ini sebagai langkah mengatasinya.

Perhatikanlah akan suhu tubuh bayi tersebut
Apabila suhu tubuh bayi lebih dari 38 derajat celcisus dan masih dibawah 41 derajat celcius maka bisa dikatakan demam yang terjadi masih tergolong demam yang dalam bats normal. Jika suhu tubuh bayi melebihi batas tersebut maka sebaiknya periksakanlah ke dokter karena dikhawatirkan akan ada kemungkinan merupakan suatu gejala penyakit lain.

Perhatikan akan aktivitas bayi
Apabila bayi anda masih bisa melakukan beberapa aktivitasnya secara normal maka tidak perlu anda terlalu risau akan gejala demam yang sedang dideritanya. Cukup dengan memberinya minum agar tubuhnya tidak mengalami kekurangan cairan. Namun jika bayi tidak mampu beraktivitas sebagaimana mestinya atau bisa dikatakan sering rewel maka sebaiknya periksakan ke dokter untuk bisa mengambil tindakan medis yang tepat.

Perhatikan selimut dan bajunya
Gunakanlah selimut ataupun pakaian yang tidak terlalu rapat dan mampu menyerap keringat dengan baik, keluarnya keringat jika tidak dapat terserap dengan baik maka akan menimbulkan rasa tidak nyaman disaat bayi anda demam. Hindari menyelimutinya dengan selimut tebal dan sangat rapat.

Aturlah suhu ruangan
Perhatikan suhu ruangan dimana bayi anda berada, aturlah suhu dalam kondisi normal sehingga suhu tubuhnya dapat berangsur-angsur pulih. Hindari suhu yang dingin ataupun terlalu panas karena dapat menyebabkan demam semakin tinggi. Bila diperlukan berilah sirkulasi udara ruangan tersebut agar proses pergantian udara dapat berjalan dengan baik atau tidak pengap.

Mandi dengan air hangat
Jika diperlukan untuk membersihkan keringat gunakan air hangat ketika hendak memandikan bayi demam, perhatikan suhu air tersebut sebaiknya jangan terlalu panas melebihi suhu tubuhnya saat itu. Sebelum mandi ada baiknya berikanlah obat pereda demam untuk bayi.

Hindari mengompres demam menggunakan air es
Hindarilah mengompres bayi yang sedang demam dengan mempergunakan air es, menurunkan suhu tubuh dengan mengompresnya menggunakan air es malah menyebabkan tubuh bayi menggigil karena perbedaan suhu yang cukup tinggi.

Dengan tips mengatasi demam pada bayi ini pastinya anda dapat melakukan langkah tepat ketika menangani demam pada bayi, janganlah panik terlebih dahulu, lakukanlah penanganan mudah dan sederhana dalam mengatasi demam pada bayi.
Baca SelengkapnyaTips Mengatasi Demam Pada Bayi

Pentingnya ikan salmon untuk kecerdasan otak anak

Mengkonsumsi jenis makanan bergizi serta sumber makanan yang memiliki kandungan bahan alami tertentu tentunya dapat meningkatkan kemampuan berpikir anak. Pentingnya mengkonsumsi ikan salmon untuk kecerdasan otak anak ini menjadi perlu untuk anda perhatikan. Mengkonsumsi ikan salmon secara rutin dapat menjadikan anak lebih pintar karena kemampuar berpikir yang lebih baik.

Ikan salmon menjadi salah satu pilihan menu makanan yang dapat anda berikan untuk buah hati tercinta. Kandungan bahan alami yang terdapat pada ikan salmon ini tentunya dapat meingkatkan kecerdasan otak anak.

Seperti yang dikutip oleh liputan6[dot]com bahwa jika ingin anak anda berprestasi di sekolah tentunya harus dibantu dengan tambahan asupan nutrisi yang cukup baik. Dimana salah satunya adalah memberikannya ikan salmon secara rutin. Disamping memiliki rasa yang lezat, ikan salmon ini tentunya memiliki kadar rendah kalori.

Kandungan 415 kalori, 46 gr protein, 0 karbohidrat dan 23 gr lemak yang terdapat pada jenis ikan salmon atlantik tentunya menjadi sumber makanan bergizi yang menyehatkan. Selain itu pula ikan salmon telah kita kenal karena memiliki kandungan asam lemak omega-3 essensial, dan eicosapentaenoic serta asam docosahexaenoic.

Untuk meningkatkan kecerdasan dengan mengkonsumsi ikan salmon ini tentunya didapat dari kandungan seng, besi, niasin, vitamin B12 dan vitamin B6 yang terdapat didalamnya.
Mengkonsumsi ikan salmon ini ternyata bukan hanya mempu meningkatkan kecerdasan namun bisa juga dijadikan sebagai salah satu sumber makanan diet yang menyehatkan. Dimana pada ikan salmon ini tidak terdapat karbohidrat sehingga dengan mengkonsumsi ikan salmon menjadikan diet karbohidrat anda menjadi lebih sempurna.
Baca SelengkapnyaPentingnya ikan salmon untuk kecerdasan otak anak

Cara aman memandikan bayi

Cara aman memandikan bayi yang perlu bunda ketahui agar dalam memandikan bayi tidak terjadi kesalahan, cara aman memandikan bayi ini penting dan perlu untuk anda ketahui dimana dalam melakukan cara aman memandikan bayi ini akan menjadikan bayi merasa nyaman ketika sedang mandi. Proses terjadinya interaksi batin antara bayi dan ibu bisa terjalin ketika memandikan bayi, dimana pada saat memandikan bayi ini tentunya anda dapat memberikan perhatian yang lebih serta mencurahkan rasa kasih sayang terhadap buah hati.

Dalam memandikan bayi tentunya dibutuhkan kehati-hatian serta ketelitian diwaktu mengerjakannya. Memperhatikan cara aman memandikan bayi ini tentunya akan lebih menjadikan bayi anda merasa nyaman dan tidak menyebabkan bayi merasa takut terkena air. Berikut ini beberapa cara aman memandikan bayi yang perlu anda ketahui.

Selalu sediakan perlengkapan mandi bayi terlebih dahulu dan meletakannya dalam kamar mandi dan mudah dijangkau. Hal ini bertujuan agar dalam memandikan bayi anda tidak perlu meninggalkan bayi dalam air yang dapat membahayakan atau bahkan menyebabkan bayi kedinginan karena anda tinggalkan sesaat untuk mengambil keperluan bayi.

Aturlah suhu ruangan dalam kamar mandi agar tidak terlalu dingin, walaupun bayi anda mandi dengan menggunakan air hangat namun suhu ruangan juga penting untuk anda perhatikan. Dalam suhu ruangan yang terlalu dingin tentunya akan mempengaruhi suhu air yang digunakan, jika udara dalam ruangan kamar mandi lebih dingin tentunya bayi andapun akan merasa kedinginan walaupun mandi dengan air hangat serta dilakukan dalam waktu yang sebentar.

Perhatikanlah cara aman memandikan bayi dengan mencegah masuknya atau mengalirnya air kedalam telinga, mata serta mulut bayi anda. Lakukan cara memandikan bayi dengan penuh ketelitian dan ketelatenan.

Jika pada saat memandikan bayi namun buah hati selalu banyak bergerak dan anda khawatir akan masuknya air kedalam telinga ataupun mata, sebaiknya berikanlah mainan untuk menemaninya ketika sedang mandi. Hal ini tentunya menjadikan bayi anda berfokus pada mainan yang dipegangnya dan bayipun akan lebih sedikit bergerak ketika anda memandikannya.

Hindari meletakan bayi anda pada bathtub yang masih dalam keadaan mengisinya, hal ini tentunya menghindari terlalu banyaknya volume air dalam bathtub tersebut. Disamping itupula dengan mengisi bathtub sambil melakukan proses memandikan bayi tentunya akan berubahnya suhu air dalam bathtub tersebut.

Dalam melakukan cara aman memandikan bayi dengan menggunakan bathtub ataupun bak mandi bayi, sebaiknya gunakan alas pada bathtub tersebut untuk mencegah terpelesetnya bayi yang pada umumnya bathtub sangat licin permukaannya. Melapisi atau menggunakan alas kaki karet pada permukaan dasar bathtub perlu anda lakukan dalam proses memandikan bayi secara aman.

Buatlah suhu air dalam suhu yang tepat yaitu sekitar 36 hingga 37 derajat celcius, isi bathtub dengan air hangat tersebut sesuai dengan kebutuhan dan hindari mengisinya terlalu penuh. Jadi isilah bathtub sebatas dada bayi anda ketika duduk, karena proses memandikan bayi yang aman adalah memposisikannya dalam posisi duduk.

Dalam menggunakan produk untuk bayi ketika mandi sebaiknya disesuaikan benar dengan kondisi kulit bayi anda. Pilihlah produk yang benar-benar lembut sehingga tidak menyebabkan terjadinya iritasi pada kulit bayi anda. Lakukanlah proses pencucian rambut dengan shampoo dengan hati-hati, begitu pula disaat anda menggunakan sabun mandi untuk bayi.

Dalam melakukan cara aman memandikan bayi ini tentunya tidak sulit untuk anda lakukan, seiring dengan waktu tentunya perlahan-lahan akan membuat anda menjadi lebih hati-hati lagi dalam memandikan bayi.
Baca SelengkapnyaCara aman memandikan bayi

Cara mencegah batuk pada bayi

Cara mencegah batuk pada bayi melalui langkah sederhana yang dilakukan dalam melakukan perawatan terhadap bayi, cara mencegah batuk pada bayi ini perlu anda lakukan mengingat kondisi bayi yang masih sangat rentan terhadap serangan berbagai macam jenis penyakit seperti batuk. Mendapati sang buah hati mengalami batuk tentunya menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua. Disamping perlu menjaga dari hal-hal yang menyebabkan batuk ini tentunya bagi para orang tua juga perlu mewaspadai akan hal-hal yang dapat menyebabkan batuk pada bayi.

Batuk bukanlah jenis penyakit yang dapat anda biarkan begitu saja, penyebarannya yang tergolong cepat ini tentunya haruslah anda waspadai agar buah hati tidak mudah tertular karena batuk. Batuk tentunya akan sangat menyiksa sekali jika anda alami, bagaimana jika batuk juga menyerang buah hati anda? tentunya hal ini dapat menjadikan buah hati menjadi rewel dan tentunya waktu istirahatnya merasa terganggu karena mengalami batuk.

Penyebab dari batuk itu sendiri pada umumnya ditularkan melalui virus yang dapat menyebabkan batuk. Dimana virus pernafasan ini tentunya menyebar dengan cepat dan dengan mudahnya karena proses penyebaran virus batuk ini dapat terjadi melalui udara. Sebelum anda mengobati alangkah baiknya jika anda mencegah serta menghindari penyakit batuk ini pada bayi karena mencegah tentunya lebih baik dari pada mengobati.

Berikut ini terdapat beberapa cara mencegah batuk pada bayi yang perlu anda perhatikan dalam merawat dan menjaga kondisi kesehatan bayi anda.

Berikanlah ASI ekslusif bagi bayi anda, disamping dengan memberikan ASI eksklusif ini mampu menambah daya tahan tubuh dari gangguan kesehatan ternyata mampu pula mencegah terjadinya infeksi pada saluran pernafasan yang diakibatkan oleh virus.

Dalam keadaan sehari-hari sebaiknya para ibu memperhatikan pola makan yanag sehat serta memiliki kandungan gizi yang mencukupi. Hal ini bertujuan agar segala asupan nutrisi yang dikonsumsi bagi ibu menyusui dapat diberikan kepada bayi melalui ASI.

Hindarilah pemberian antibiotik pada bayi anda, walaupun maksud anda baik dengan memberikan antibiotik diharapkan si bayi akan menjadi lebih kebal terhadap gangguan serangan penyakit. Namun anggapan ini salah, pemberian anti biotik pada bayi akan menyebabkan daya tahan tubuh bayi menjadi menurun.

Untuk membantu menambah daya tahan tubuh bayi sebaiknya bayi anda diberikan asupan makanan yang memilki kandungan gizi yang cukup tinggi. Dengan memberikan makanan yang memilki kandungan gizi yang tinggi tentunya akan secara langsung dapat menambah sistem kekebalan tubuh bayi.

Usahakanlah selalu menjaga kebersihan dan menghilangkan semua debu ataupun kotoran yang melekat pada barang-barang rumah tangga ataupun pada barang-barang yang biasa dekat dengan bayi anda.

Hal mencegah batuk pada bayi ini sebaiknya anda lakukan sejak dini serta menjadi tanggap akan suatu kondisi bayi agar bayi anda tidak akan rewel ketika tubuhnya diserang penyakit yang mengganggu waktu istirahatnya.
Baca SelengkapnyaCara mencegah batuk pada bayi

Cara mengatasi cegukan pada bayi

Cara mengatasi cegukan pada bayi yang dapat anda lakukan ketika bayi cegukan, cara mengatasi cegukan pada bayi ini perlu anda perhatikan agar tidak muncul rasa khawatir bahkan panik ketika bayi anda mengalami cegukan. Beberapa cara mudah mengatasi cegukan pada bayi ini tentunya dapat segera anda lakukan agar bayi merasa nyaman kembali.

Cegukan dapat terjadi karena terdapatnya kejang pada otot kecil, dimana kejang berskala ringan yang terjadi pada area sekitar perut ini dapat mempengaruhi keluarnya udara melalui tenggorokan. Dimana ketika bernafas udara yang mengalir mengalami kejutan akibat adanya otot yang mengejang tersebut sehingga biasa disebut dengan cegukan.

Bagi orang dewasa tentunya tidaklah terlalu sulit untuk mengatasi cegukan ini, mencoba menahan nafas selama beberapa saat dapat dilakukan untuk mengatasi cegukan bagi orang dewasa. Namun cara ini tentunya tidaklah tepat untuk diberikan kepada bayi anda, berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi cegukan pada bayi.

Gantilah posisi menyusui bayi anda, posisi menyusui juga dapat mempengaruhi cegukan terjadi. Dimana bayi dapat mengalami cegukan secara tidak sengaja dimana udara yang masuk berbarengan dengan asi yang ditelannya. Dengan mengganti posisi menyusui anda tentunya dapat menekan atau membatasi udara yang masuk ketika bayi anda menyusu.

Buatlah bayi anda bersendawa setelah selesai menyusu ataupun makan, dengan membuat bayi bersendawa tentunya dapat mempermudah udara yang sebelumnya tertahan ketika bayi anda menyusu. Lakukan cara membuat bayi bersendawa dengan memposisikan bayi anda lalu sandarkan pada bahu anda sambil menepuk punggung bayi secara perlahan. Cara ini dapat membuat bayi bersendawa sehingga bayi tidak mengalami cegukan.

Lakukan pijatan pada punggung bayi secara perlahan juga mampu mengatasi cegukan pada bayi. Dengan memijatnya secara perlahan tentunya akan memperlancar peredaran darah dan sirkulasi udara yang keluar maupun masuk sehingga bayi tidak akan mengalami cegukan.

Jadwalkanlah makan secara teratur bagi bayi anda, dengan menjaga makan tetap teratur tentunya bayi anda tidak akan mengalami kekosongan perut yang dapat mengakibtakan cegukan karena banyaknya udara pada perut bayi anda. Dalam kondisi perut kosong juga dapat memicu cegukan, dimana mual yang diakibatkan karena perut yang lapar juga dapat membuat bayi anda cegukan.

Hindari pemberian makanan ataupun asi disaat bayi anda mengalami cegukan, hal ini bertujuan agar bayi tidak tersedak karena makanan ataupun susu. Sebaiknya hilangkanlah terlebih dahulu cegukan yang diderita bayi anda barulah memberikan makanan ataupun susu ketika bayi sudah merasa nyaman dan cegukan sudah hilang.

Cara mengatasi cegukan pada bayi ini sebaiknya anda lakukan secepatnya, biasanya kondisi bayi yang mengalami cegukan akan lebih rewel karena bayi merasa tidak nyaman ketika mengalami cegukan.
Baca SelengkapnyaCara mengatasi cegukan pada bayi

Tips memilih mainan bagi anak

Tips memilih mainan yang tepat bagi anak sesuai dengan usia anak, dalam tips memilih mainan bagi anak yang tepat untuk melatih perkembangan motorik anak. Dalam memilih mainan bagi anak tentunya bukan hanya diberikan mainan yang hanya membuat anak senang, namun sebaiknya dalam memilih mainan yang tepat bagi anak adalah perlu diperhatikan apakah dengan mainan tersebut si anak dapat terlatih kemampuan otaknya atau dapat membantu perkembangan dari motorik si anak tersebut.

Dalam memilih jenis mainan yang tepat bagi anak dalam meningkatkan ataupun mengasah kemampuan anak tentunya merupakan yang mesti kita berikan bagi anak. Dimana pada masa kanak-kanak tentunya bermain menjadi kegiatan yang paling banyak dilakukan oleh buah hati. Bagi orang tua, pada saat bermain si anak ternyata dapat pula kita berikan pendidikan untuk anak. Dimana pada saat bermain tersebut tentunya kemampuan motorik dasar si anak akan terus terasah setiap hari.

Dalam meltaih kecerdasan otak anak pun dapat dilakukan dengan memilih mainan yang tepat bagi anak. Melalui media mainan tersebut tentunya akan lebih mudah bagi orang tua dalam menyampaikan pendidikan ataupun pengetahuan dasar sejak dini bagi anak. 

Pada tips memilih mainan bagi anak disini akan dikategorikan berdasarkan tahapan usia anak, dimana pada masing-masing tahapan tersebut tentunya menjadi berbeda akan kebutuhan perkembangan otak anak.

Tahap 0 hingga 2 tahun, pada masa ini anak akan lebih tepat diberikan mainan yang melatih kemampuan motorik. Dimana jenis mainan yang memiliki warna yang cerah dapat memikat mata anak anda dalam bermain menggunakan mainan tersebut. Menggerakan ataupun menggapai mainan tersebut tentunya secara tidak langsung akan melatih otak untuk menggerakan tangan anak anda yang akan melatih perkembangan motorik anak.

Tahap 3 sampai 6 tahun, pada tahapan ini si anak akan lebih berkembang lagi permainannya. Dengan meningkatnya daya tangkap otak sehingga si anak akan lebih merasa bereksplorasi terhadap beberapa hal seperti berpetualang. 

Tahap pra sekolah, dimasa ini tentunya memilih jenis mainan yang mampu meningkatkan rasa kerjasama menjadi jenis mainan yang tepat untuk anda berikan. Dengan memberikan jenis mainan yang dapat melatih si anak bekerja sama tentunya menjadi sebuah modal agar anak dimasa sekolah nanti tidak akan merasa canggung menghadapi teman-teman disekolah dan dapat melatih kerjasama dengan temannya atau lebih tepatnya dapat memberikan bekal bersosialisasi bagi anak dikemudian hari.

Dalam memberikan mainan bagi anak sebaiknya dipertimbangkan terlebih dahulu akan jenis mainan yang tepat dan sesuai dengan usia anak agar mainan tersebut lebih dapat bermanfaat bagi si anak dalam tumbuh dan berkembang menyongsong hari esok.
Baca SelengkapnyaTips memilih mainan bagi anak
 

Most Reading